News

Strategi Mendongkrak Penjualan Bisnis Makanan Kemasan

Bisnis makanan kemasan merupakan bisnis yang terus memberikan prospek yang menguntungkan jika dikemas dengan strategi dan cara berbisnis yang tepat. Agar anda bisa mendapatkan beberapa manfaat dan keuntungan yang didapatkan dari bisnis makanan kemasan ini maka ada baiknya jika kita menyimak beberapa tips dan trik cara berbisnis makanan kemasan berikut ini :

–    Yang pertama adalah kemasan
Dalam berbisnis makanan kemasan makanan, maka kemasan merupakan salah satu  unsur krusial dan penting dalam menentukan kelangsungan bisnis tersebut. Usahakan kemas produk makanan kemasan anda dengan semenarik mungkin, semakin menarik sebuah produk makanan kemasan maka akan semakin tertarik calon pelanggan yang akan membelinya, tinggalkan kemasan tradisional yng sering dipakai selama ini.

–    Unik
Lagi-lagi cara dan sistem penjualan satu ini masuk dalam perhitungan, kita tidak bisa memungkiri jika keunikan produk yang akan anda jual maka berpengaruh juga terhadap tingkat pendapatan dan tingkat penjualan nantinya. Menajual produk makanan yang sama dengan yang sudah ada di pasaran akan membuat produk makanan kemasan yang anda jual jadi kurang menarik perhatian dan dilirik konsumen.

–    Perluas pemasaran
Pemasaran bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti memasarakan melalui media online, cetak ataupun media radio dan tv namun diantara pemasaran yng bagus itu adalah pemasaran mulut kemulut dan sosial media. Berikan tarif dan promo yang menarik

Sekarang UKM Usaha Tradisional, Go Internasional 5 Tahun Lagi

Dalam forum KTT APEC 2013, ada pembahasan seputar pemberdayaan UKM. Pemerintah Indonesia menilai, UKM punya kontribusi besar dalam ekonomi negara, dan UKM di Indonesia berpotensi jadi perusahaan internasional.

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan, saat ini UKM masih berstatus perusahaan tradisional. Namun, dia meyakini dalam beberapa tahun ke depan, UKM akan menjadi perusahaan internasional.

“Kita sekarang berbicara mengenai UKM, tapi 5 tahun lalu dan 5 tahun yang akan datang UKM adalah perusahaan tradisional. Setelah itu anda akan menjadi perusahaan internasional. Karena pertumbuhan ekonomi yang kita punya sekarang,” kata Syarief saat memberikan sambutan APEC SMEE Summit 2013 di Jimbaran, Bali, Sabtu (5/10/2013).

Syarief mengatakan, jumlah UKM di Indonesia saat ini mencapai 56,5 juta unit. Hampir 90% ekonomi di Indonesia dikontribusikan oleh UKM, menurut Syarief, tak heran UKM harus terus didorong untuk semakin berkembang.

“Sebanyak 90% ekonomi di Indonesia dikontribusikan oleh UKM. Kemudian UKM juga bisa mengurangi pengangguran. Target kita di tahun 2014, pengangguran bisa dikurangi hingga di bawah 5%. Delapan tahun yang lalu kemiskinan kita 70%, kemiskinan kita sekarang 11%,” katanya.

Tak hanya di Indonesia, UKM pun diyakini Syarief merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi di semua negara di seluruh dunia. Dalam kegiatan APEC 2013, sektor UKM akan dibahas secara lebih mendalam khususnya di negara-negara Asia

Potensi Bisnis Makanan dan Minuman Kemasan Sangat Lebar

Potensi bisnis makanan dan minuman kemasan di Indonesia dinilai masih terbuka lebar ditunjang dengan pendampingan dan dukungan pemasaran dari pemerintah, kata pejabat Kementerian Koperasi dan UKM.

“Potensi bisnis makanan dan minuman kemasan masih sangat luas di negara kita dan potensi ini masih dapat terus dikembangkan,” kata Plt. Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Muhammad Taufiq di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, potensi besar itu dapat terus dikembangkan melalui upaya peningkatan daya saing produk dan akses pasar produk yang dihasilkan oleh KUKM.

Pihaknya mencatat produk makanan dan minuman memiliki peran penting dalam perekonomian nasional terutama dalam hal kontribusinya terhadap PDB nonmigas.

“Buktinya tahun ini industri pengolahan tetap mendominasi struktur perekonomian kita sebesar 23,77 persen pada triwulan kedua,” katanya.

Ia menambahkan, faktor yang mendorong tumbuhnya usaha di sektor makanan dan minuman di antaranya pertumbuhan makro ekonomi Indonesia yang terus membaik sehingga mampu mendongkrak daya beli masyarakat.

Selain itu, perkembangan juga dipicu oleh pertumbuhan jumlah penduduk di Tanah Air yang diperkirakan berpengaruh langsung pada peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman.

“Fasilitasi pemerintah dalam bentuk pembinaan, pendampingan, dan dukungan pemasaran seperti bimbingan teknis, promosi, dan lain-lain,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor makanan olahan pada kuartal I/2013 mencapai 159,565 juta dolar AS.

Sedangkan untuk ekspor

Peluang Bisnis Makanan Produksi Rumahan yang Dikemas

Stand Raozen pada pameran waralaba di JCC Senayan, Jakarta.

Perkembangan era modern menuntut segala hal di dunia ini bergerak lebih cepat, membuat siapapun kini menyukai yang serba praktis dan efisien. Hal ini juga mempengaruhi perkembangan bisnis restoran.

Kepada VIVAnews, Operational Corporate Manager Sambara Restaurant, Eric Michael, menjelaskan bahwa masyarakat menggemari makanan instan karena pengolahannya tidak makan waktu yang lama. Namun, mayoritas makanan siap saji merupakan produk luar negeri. Karena itu, tercetus ide untuk membuat makanan lokal siap saji.

“Ini semua bermula dari pengelolaan restoran delapan tahun yang lalu. Kami mengamati orang-orang memerlukan makanan dan makanan instan juga karena itu praktis,” ujarnya di Jakarta.

Menurut Eric, minat konsumen yang tinggi terhadap makanan instan ini memberi peluang untuk menjual produk makanan kemasan namun bercita rasa lokal.

“Mengapa makanan rumahan tidak dikemas?” kata Eric.

Maka, kata Eric, restorannya mulai membuat jenis makanan siap saji pada Januari 2013. Pembuatannya dilakukan di pabrik khusus.

“Untuk buat pabrik, kami menghabiskan Rp150-200 juta. Itu juga membeli peralatannya,” kata Eric.

Dari situlah, Eric melanjutkan, hadir suatu produk makanan instan bermerek Raozen,  makanan olahan yang sudah matang yang dikemas dan bumbu siap pakai.

Eric menjelaskan, Raozen penyajiannya sangat mudah, yaitu bisa panaskan ke dalam oven, microwave, atau digoreng. Harganya pun sangat terjangkau. “Bumbu harganya Rp13.500,

Sukses dalam Bisnis Kemasan dari Usaha Makanan

Maria Magdalena meraih sukses bisnis kemasan dari usaha makanan

Strategi pemasaran bisnis memang tidak pernah ada matinya. Sampai hal-hal terkecil pun bisa menjadi strategi unik untuk mengembangkan sebuah bisnis. Salah satu yang berpengaruh terhadap pemasaran adalah kemasan produk. Kemasan yang menarik, bisa menjadi bahan pertimbangkan konsumen saat memilih sebuah produk tertentu.

Bersama sang suami, Maria Magdalena mendirikan CV D&D Indonesia sejak tahun 2008 di Cengkareng, Jakarta. Sebelum melakoni usahanya di bisnis industri kemasan, Maria adalah seorang pengusaha makanan. Ia memasok produknya, seperti kemplang, kacang mete, ikan, dan lainnya, ke beberapa peritel modern.

Usaha makanan ini sendiri, mulai digeluti Maria sejak 2005. Lantaran menjadi pemasok ritel, Maria pun dituntut untuk mengemas produknya sesuai dengan standar yang ditetapkan peritel. Lantas, ia pun membuat kemasan yang eye-catching untuk memikat pembeli.

Karena kemasannya cukup menarik, banyak pelaku usaha sejenis yang berguru kepadanya. “Saya pun berpikir, kenapa kemasan tidak dijadikan lahan bisnis baru buat kami,” kata Maria.

Untuk memulai bisnis ini, Maria tak merogoh kocek yang cukup dalam. Awalnya, ia hanya membeli tiga mesin kemasan seharga Rp 3.750.000, kini, Maria sudah memiliki 19 mesin kemasan.

Maria cukup beruntung. Dalam mengembangkan usahanya, banyak pinjaman yang mengalir ke kantongnya. Awalnya, ia mendapat kucuran dana dari BRI sebesar Rp 20 juta. “Kami

festival-foods-satmesin-v2
Food Processing

Lainnya




Freezer

packing Machinery


katalog agen freezer