Teh Poci: Tradisi Teko Tanah Liat identik dengan suasana santai di warung pinggir jalan, angkringan, sampai rumah makan keluarga. Teh panas disajikan dalam teko tanah liat, dengan cangkir kecil dan gula batu terpisah. Sederhana, tetapi penuh ritual: dituangkan pelan, dihirup aromanya dulu, baru diseruput pelan sambil ngobrol. Di dunia F&B, konsep teh poci menarik karena […]
Tag Archives: minuman tradisional
Tidak hanya soal minuman kuning kunyit atau pahitnya brotowali. Di balik sebotol jamu ada ilmu yang turun dari nenek ke ibu, dari ibu ke anak: cara memilih rimpang, menakar rempah, sampai membaca “bahasa tubuh” pelanggan. Selama puluhan tahun, para ibu dan “mbok jamu gendong” memegang peran penting menjaga kesehatan keluarga lewat ramuan dapur. Sekarang, jamu […]
selalu jadi menu yang ditunggu saat azan magrib. Rasanya lembut, manisnya bersahabat, dan hangatnya langsung “meredam” perut yang kosong seharian. Yang menarik, kolak itu sangat fleksibel: bisa dari pisang kepok, labu kuning, ubi, kolang-kaling, atau campuran semuanya. Karena itulah banyak pelaku F&B dan katering Ramadhan menjadikannya menu takjil wajib, karena bahan mudah didapat, bisa dimasak […]
Konon, minuman ini disebut “teler” karena rasanya segar banget dan isiannya banyak sampai bikin orang terasa “teler” puas. Ada juga yang menyebut nama itu lahir dari kreativitas penjual di Jawa/Betawi yang ingin membedakan menu campurannya dari es buah biasa. Apa pun versinya, es teler jadi salah satu minuman tradisional modern yang gampang diterima di kafe, […]
Banyak orang di Jawa menyebutnya dawet, sementara di Sunda dan sekitarnya lebih akrab dengan nama cendol. Padahal isinya mirip: butiran hijau dari tepung beras atau hunkwe, kuah santan gurih, dan gula merah cair yang wangi pandan. Bedanya lebih ke dialek dan sedikit gaya saji. Karena itu di dunia F&B, menu ini enak sekali dijual dengan […]
