Chat WA 1
Chat WA 2

Nasi Liwet: Tradisi atau Tren?

Nasi liwet: tradisi atau tren? Jawabannya sebenarnya dua-duanya. Dari sisi sejarah, nasi liwet sudah lama dikenal di Jawa, khususnya Solo dan sekitarnya, sebagai nasi gurih santan yang dimasak bersama daun salam, serai, kadang teri dan cabai. Disajikan hangat dengan suwiran ayam, labu siam atau sayur pedas, dan sambal. Namun dalam beberapa tahun terakhir, nasi liwet ikut naik kelas karena konsep makan lesehan ramai ramai dan paket liwetan di kafe membuatnya terlihat kekinian. Jadi kuliner tradisional ini bisa sangat kontekstual tergantung cara kita menyajikannya.

Kunci Rasa Ada di Cara Memasak

Nasi liwet yang enak harus wangi dan butirannya tetap utuh. Santan, kaldu, dan rempah harus masuk ke beras secara perlahan. Di rumah bisa pakai panci langsung di kompor. Untuk usaha katering atau rumah makan yang butuh volume besar, proses akan jauh lebih terkontrol bila memakai penanak nasi kapasitas besar seperti Heavy Duty Gas Rice Cooker RSC-24. Kapasitasnya memadai dan lebih stabil untuk memasak beras bersantan sehingga hasil liwet tidak lembek.

Dari Dapur ke Meja Saji

Salah satu alasan liwetan jadi tren adalah karena cara makannya yang komunal. Nasi ditaruh di tengah bersama lauk, semua orang makan bareng. Untuk restoran yang ingin menjual nasi liwet dalam format prasmanan atau buffet sarapan, menjaga nasi tetap hangat dan higienis sangat penting. Anda bisa menaruh nasi liwet yang sudah matang ke dalam penghangat makanan kaca depan supaya teksturnya tidak cepat kering dan aromanya tetap keluar. Ini membuat tampilan lebih profesional di mata pelanggan.

Tradisi yang Mudah Dipasarkan

Nasi liwet punya modal kuat yaitu rasa gurih dan lauk yang fleksibel. Bisa dipasangkan ayam bacem, ikan asin, telur pindang, sambal, sampai lalapan. Artinya untuk F&B, satu resep nasi bisa dikembangkan menjadi beberapa paket harga. Yang penting dapur memiliki alur kerja yang rapi, rempah disiapkan di awal, dan nasi disimpan pada suhu saji yang aman.

Pada akhirnya, nasi liwet memang tradisional. Namun dengan peralatan masak yang tepat, cara saji yang bersih, dan storytelling yang menarik, ia bisa tampil sebagai menu tren yang laku untuk acara kantor, arisan, maupun sajian hotel.