Martabak: manis, telur, asalnya mana? Pertanyaannya seru karena di Indonesia kita kenal dua kubu besar: martabak manis (terang bulan) dan martabak telur bergaya Medan/Arab/India. Keduanya sama-sama jadi jajanan malam favorit, tapi jalur historinya sedikit berbeda. Martabak telur diduga kuat datang dari pengaruh India-Yaman yang masuk ke jalur perdagangan, lalu diadaptasi dengan telur dan daun bawang. Sementara martabak manis berkembang jadi roti panggang tebal berisi gula, kacang, keju, cokelat, sampai topping modern.
Jejak Lintas Budaya
Martabak telur memakai kulit tipis yang ditarik, diisi campuran telur, daging cincang, dan daun bawang, lalu digoreng di atas wajan lebar. Ini mirip dengan mutabbaq di Timur Tengah. Pedagang di pesisir Sumatra dan Jawa lalu menyesuaikan isinya agar cocok dengan lidah lokal. Martabak manis justru berkembang ke arah roti tebal dengan ragi dan baking powder, lalu dipanggang di atas pelat panas. Inilah yang bikin keduanya terasa “Indonesia”, meskipun akarnya campuran.
Peralatan Jadi Penentu Tekstur
Martabak yang enak butuh permukaan panas yang stabil. Kalau apinya terlalu kecil, martabak manis tidak mengembangkan rongga dan jadi bantat. Kalau apinya terlalu besar, bagian bawah cepat gosong. Di usaha jajanan malam atau kafe yang jual martabak sebagai menu tambahan, pakai pelat panggang yang rata dan kuat seperti S/S Gas Griddle OL-GGR-60H supaya panasnya merata dan batch berikutnya tetap konsisten. Permukaan seperti ini juga enak untuk martabak telur karena mudah dibalik dan dibersihkan.
Operasional di F&B
Keunggulan martabak adalah dibuat fresh by order. Aroma mentega dan bunyi adonan di pelat panas jadi “jualan” tersendiri. Tapi di jam ramai, adonan dan topping harus sudah disiapkan dalam wadah rapi agar peracikan cepat. Simpan keju, susu kental, daging cincang matang, dan daun bawang dalam GN pan atau kontainer food grade supaya higienis dan tidak tercampur bau. Dengan alur seperti ini, pedagang bisa menjual beberapa varian rasa tanpa memperlambat antrean.
Pada akhirnya, menjawab siapa paling pertama mungkin sulit karena martabak lahir dari pertemuan budaya. Yang jelas, di tangan pedagang Indonesia, martabak jadi jajanan malam yang laris karena panas, wangi, bisa custom topping, dan modalnya relatif terukur. Dengan peralatan panggang yang tepat dan prep yang rapi, martabak Anda akan terasa lebih profesional meski dijual di depan ruko.
